Current Issue

2022: Delivering Messages Between Spaces

Seminar bertaraf nasional ini diselenggarakan oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dalam rangka Dies Natalis IKJ ke-52 bertema “IKJ Game Changing: Transformasi demi Pertumbuhan”.  Tema ini berdasar pada pemikiran guna mendapatkan pemahaman situasi, pemetaan potensi, penentuan posisi dan pembentukan strategi terkait pengembangan dan pertumbuhan dalam rangka menghadapi tantangan perubahan dalam konteks peran ruang dunia pendidikan, khususnya di antara Lembaga Pendidikan Tinggi Seni. Sivitas akademika bersama masyarakat luas diharapkan dapat mengambil bagian dalam upaya penguatan karakter kebangsaan yang berkebhinekaan di Indonesia melalui serangkaian inovasi dalam rangka menjaga kualitas pesan yang disampaikan.

Para pembicara utama:
Dr. Seno Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum. (Institut Kesenian Jakarta)
Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sn., M.Hum. (ISBI Bandung)
Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, M.Sn. (ISI Denpasar)
Prof. Dr. Bambang Sugiharto (Universitas Katolik Parahyangan)

PANEL
A. Evaluasi dan Adaptasi Media Pembelajaran Seni
B. Modifikasi dan Inovasi Ruang Fisik dan Ruang Virtual
C. Karya Seni dan Perlindungan Hukum
D. Seni sebagai Pembentuk Karakter Bangsa

Published: 2022-07-07

Articles

View All Issues

Seminar Nasional IKJ kali ini mengakomodir berbagai hasil pemikiran tentang seni yang terkait dengan ruang fisik, ruang virtual, ruang hukum, berbagai perubahan teknologi, dan media yang secara signifikan memberikan pengaruh pada pola pertumbuhan dan perkembangan seni.

Di sinilah saatnya memupuk kebersamaan di kalangan sivitas akademika dan masyarakat dalam meningkatkan peran aktif pada ekosistem seni dan budaya untuk menjawab tantangan perubahan. Inilah peluang terbaik dalam berkontribusi melalui pencapaian kemandirian diri guna membangun karakter bangsa, karena dalam seni terkandung nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dikembangkan menjadi landasan tatanan kehidupan bermasyarakat, di mana di situlah letak keberadaan kita bersama hari ini hingga esok dan seterusnya, sebagai bangsa yang memiliki jatidiri.